Catatan

Menunjukkan catatan yang berlabel VIRAL

Keunikan dan Pesona Aceh: Negeri Serambi Mekah yang Wajib Dikunjungi

Aceh: Negeri Serambi Mekah yang Kaya Akan Warisan Budaya dan Alam Aceh, provinsi yang terletak di ujung barat Indonesia, dikenal dengan sebutan "Serambi Mekah." Provinsi ini bukan hanya kaya akan sejarah Islam, tetapi juga menawarkan keindahan alam yang memukau dan tradisi budaya yang kuat. Aceh adalah destinasi yang sempurna untuk kamu yang mencari pengalaman wisata yang unik sekaligus mempelajari sejarah panjang Indonesia. 1. Sejarah dan Peran Islam di Aceh Aceh memiliki sejarah panjang sebagai pintu masuk Islam di Nusantara. Sejarah mencatat bahwa Kerajaan Samudera Pasai di Aceh adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Karena itulah Aceh dijuluki Serambi Mekah, sebagai simbol peran pentingnya dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Hingga saat ini, adat istiadat dan hukum syariah masih sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh menjadi ikon utama yang sering dikunjungi wisatawan. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempa...

Ketika ChatGPT diminta untuk menceritakan dirinya

Inilah Jawabannya..!! Saya: Ceritakan Tentang Dirimu ChatGPT: Tentu, saya akan memberikan penjelasan tentang diri saya. Namanya adalah ChatGPT, dan saya adalah sebuah model bahasa yang dikembangkan oleh OpenAI yang dikenal sebagai GPT-3.5. Saya dirancang untuk membantu dalam berbagai pertanyaan dan permasalahan yang mungkin Anda miliki. Saya didukung oleh teknologi kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin yang canggih. Saya telah dilatih dengan sejumlah besar teks dan informasi yang ada di internet hingga September 2021, yang menjadi pengetahuan saya yang terakhir. Saya terus belajar dan diperbarui seiring dengan perkembangan teknologi dan pembaruan yang dilakukan oleh OpenAI. Peran utama saya adalah untuk merespons pertanyaan dan memberikan informasi dalam berbagai topik seperti sains, teknologi, budaya, sejarah, dan banyak lagi. Saya juga dapat membantu dalam membuat teks, memberikan saran, atau sekadar berbincang-bincang. Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun saya berusaha mem...

Cut Lilis (Istri brujuk/junaidi): Kenapa suami saya sampai ditembak langsung seperti itu?

Imej
Istri Junaidi ” Beureujuk” Cut Lilis Suryani Beserta Kedua Anaknya LHOKSEUMAWE , Junaidi alias Beureujuk terduga komplotan Din Minimi yang tewas ditembak oleh Polisi di kawasan SPBU Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Kamis, 27 Agustus 2015, kini meninggalkan dua orang anak dari pasangan istri Cut Lilis Suryani 26 tahun. Cut Lilis Suryani 26 tahun, atau istri Junaidi alias Beureujuk, mengatakan, saya tidak tahu apa-apa terkait masalah yang menimpa suami saya. Menurutnya, suaminya bukan anggota Din Minimi, terlebih lagi soal angkat senjata saya tidak tahu betul masalah itu. “Saya sempat ketemu terakhir kalinya sebelum kejadian tersebut, dan memang beliau sudah tiga bulan tidak pulang ke rumah. Suami saya mencari rezeki seperti halnya masyarakat sipil biasa, tidak ada pekerjaan tetap, dimana ada pekerjaan disitulah menjadi mata pencahariannya,” katanya saat ditemui Sumber AMNEWS, di rumah duka, Jumat 28 Agustus 2015 sekitar pukul 12.30 WIB siang tadi. Lanjutnya, saya me...

Takut penembakan ridwan dari jarak dekat terbongkar, polisi keparat tembak mati brujuk dengan tembakan yang sama.!!

Imej
Brujuk tembakan yang sama dengan ridwan. LHOKSEUMAWE - Junaidi alias Brujuk (30) terduga anggota kelompok bersenjata pimpinan Din Minimi tewas seketika di SPBU Batuphat Lhokseumawe usai diterjang timah panas oleh polisi keparat daerah Aceh, Kamis (27/8). Sebelumnya serambinews.com : TIM siluman Polda Aceh dibantu Polres Lhokseumawe terlibat kontak tembak sekitar 30 menit dengan lima anggota Nurdin bin Ismail alias Din Minimi pada Kamis (20/8) sekitar 17.10 WIB di kawasan Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh  Utara. Dalam peristiwa itu, satu anggota Din Minimi bernama Ridwan (35), asal Desa Pulo Meuria, tewas terkena tembakan. Sebelumnya, Polres Lhokseumawe menahan Zulkarnaini alias Glok (28), juga warga Pulo Meuria, setelah menyerahkan diri ke polisi setempat pada Kamis (28/5) sore dan mengaku sebagai anggota Din Minimi. Ia bahkan terlibat menculik Panglima Muda Komite Peralihan Aceh (KPA) Pase, Mahmudsyah alias Ayah Mud (48) pada 22 Maret 2015. Seusai ko...

Brujuk Pasukan Din Minimi Ditembak Selepas Minta Ampun !

Imej
Junaidi alias Brujuk yang ditembak oleh aparat kepolisian di SPBU Batuphat Lhokseumawe - Kronologis penembakan terhadap Junaidi alias brujuk salah seorang anggota kelompok bersenjata Din Minimi oleh aparat kepolisian sempat menarik perhatian sejumlah warga di SPBU Batuphat.Kamis (27/08) Sumber AMNEWS menyebutkan, korban dan kawannya sebelumnya singgah di tempat parkir depan Mushalla SPBU dengan mengendarai Sepeda Motor berjenis RX.King sekitar jam 15:00 WIB, selanjutnya Junaidi berjalan menuju WC depan Mushalla, tiba-tiba aparat kepolisian datang dengan menggunakan Mobil Innova warna hitam metalic dan langsung meringkus kawannya Junaidi , selanjutnya junaidi keluar dari WC dan pihak kepolisian pun menodong Junaidi dengan senjata, dan Junaidi pun sempat meminta ampun, selanjutnya pihak kepolisian lansung menembak junaidi di kaki, ditangan dan leher hingga tewas dorr..dorr.dorr tanpa henti,.. tutur salah seorang pekerja SPBU yang namanya Dirahasiakan. Sebelumnya, Kapolres Lh...

Musyawarah ASNLF/AM Bansigom Malaya terlaksana

Imej
Mengawali tahun 2015, pihak Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) di negeri jiran Malaysia telah melakukan rapat-rapat kecil di beberapa tempat. Rapat tersebut dilakukan mereka Kamis lalu (19/2) serta di sampaikan ke redaksi media massa. Peserta berjumlah 45 orang dan kesemuanya adalah anggota beserta perwakilan ASNLF dari berbagai wilayah di semenanjung Malaysia. Rapat tahunan tersebut diawali dengan evaluasi kinerja ASNLF di tahun 2014 oleh Tgk. Syuhada. Pada kesempatan itu pula, dibacakan amanat tertulis dari Ketua Presidium ASNLF pusat Ariffadhillah yang diwakili Tgk. Musafir sebagai ketua perwakilan ASNLF di Malaysia. Dalam amanatnya, Ariffadhillah menggarisbawahi bahwa perjuangan Aceh Merdeka belum usai dan mengakui bila terjadi halangan dalam perjalanannya. ”Rapat konsolidasi ini adalah bagian dari memperkuat barisan. Bila terjadi konflik internal, maka musyawarah adalah solusinya,” ujar Arif dalam amanatnya yang berbahasa Aceh. Pada sisi lain, pria yang b...

Asnlf berita terbaru: Dewan Hak Asasi Manusia Forum Minoritas

Dewan Hak Asasi Manusia Forum Minoritas Masalah: "Mencegah dan menangani kekerasan dan kekejaman kejahatan yang ditargetkan terhadap minoritas" Ketujuh Sesi 25-26 November 2014, Room XX, Palais des Nations, Jenewa, Swiss Oleh: Bapak Yusuf Daud Butir 6: Menghindari kekerasan baru membangun perdamaian dan mengelola keragaman Terima kasih Bapak Ketua, Bapak Ibu, Acheh-Sumatra National Liberation Front atau ASNLF sepenuhnya mendukung draft dokumen rekomendasi, khususnya pasal 69, 78 dan 80 tentang item ini. ASNLF ingin menarik perhatian Anda terhadap situasi yang dihadapi etnis minoritas di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia terdiri dari ratusan etnis dan bahasa minoritas, dengan berbagai sejarah, latar belakang, budaya dll Dan Hal ini juga diketahui bahwa minoritas di Indonesia, khususnya di beberapa daerah hotspot seperti Aceh di Sumatera, Papua Barat dan Maluku Selatan yang sering kolektif mengalami kekerasan, sebagai hasil dari identitas mereka...

Ex libya :Mengganggu Pemerintah Aceh sama dengan mengganggu kami

PERNYATAAN Koordinator Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh (BPPA), Hendra Budian yang menuntut Zaini Abdullah mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh ditanggapi oleh Ketua Mualem Alumni Kamp Tanzura Tripoli, Libya, Syarifuddin Hasyem (Din Kapla). Atas nama Ketua Mualem alumni Libya menanggapi BPPA dengan menyampaikan empat poin pernyataan. Pertama, pemimpin Pemerintahan Aceh adalah pemimpin yang diusung oleh Partai Aceh dan beberapa partai pendukung lainnya. “Kami akan mengawal penuh pemerintahan ini supaya berjalan berdasarkan aturan (the rule of game) menjalankan visi misi yang telah dimusyawarahkan secara bersama-sama untuk masa depan Aceh yang gemilang dan bermartabat,” tulis pernyataan itu. Pada poin dua meminta Hendra Budian jangan memainkan politik devide et impera dengan mengajukan tuntutan Gubernur Aceh mundur, sedangkan Wagub tidak. Ini tentu manuver untuk memecah belah soliditas dan kekompakan antara Gubernur dengan Wagub dalam menjalankan organisasi pemerintahan. Po...

ASNLF kembali gegarkan Dunia dengan Bom waktu untuk Indonesia

Imej
Sebuah video berisi pemaparan pelanggaran HAM Indonesia dalam sebuah sesi bertema “Human Rights Violations In Indonesia” side event di ruang VIII, gedung PBB, Palais des Nations, Jenewa, Swiss. 14 Maret 2014, lalu. Acara tersebut di sponsori oleh Unrepresented Nations and Peoples Organization (UNPO) dan Nonviolent Radical Party, Transnational and Transparty (NRPTT). Fokus paparan agenda tersebut pada aksi pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh, Papua dan Maluku yang dipresentasikan oleh Yusuf Daud (putra Daud Paneuk) perwakilan ASNLF (Acheh-Sumatra National Liberation Front), Willem Sopacua perwakilan RMS (Republik Maluku Selatan), Louis Nousy perwakilan NGRWP (National Governmentof the Republicof West Papua), sedangkan perwakilan pakar HAM independen tentang Indonesia disampaikan oleh Martha Meijer. Sebagai mana dilansir dalam video tersebut, semua pembicara mencela kejahatan HAM Indonesia dengan memberikan potret berupa bukti video rekaman dan kutipan data penganiayaan terhadap ...

14 Penjudi DI hukum Cambuk

LANGSA – Sebanyak 14 tervonis kasus perjudian (maisir), Kamis (19/5/2011) petang, menjalani eksekusi cambuk. Eksekusi cambuk yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Darulfallah, Langsa, itu mendapat perhatian seribuan warga. Dengan demikian dalam satu bulan terakhir ini sebanyak 21 terdakwa maisir telah dicambuk. Ke 14 tervonis cambuk itu adalah Ajiz Sulaiman (34), Joko Syahputra (22), Warga Gampong Seulalah, Zulhendri (28), Juliadi Raharjo ( 33), warga Gampong Sidodadi, Suriyanto (40), warga Gampong Sidorjo, seluruhnya berada di Kecamatan Langsa Lama. Selanjutnya, Suradi (34), warga Gampong Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Barat, dan Marzuki (40), warga Kota Lintang, Aceh Tamiang, serta Zakaria (40), warga Manyak Payed, Aceh Tamiang. Kemudian Berry Surya (21), warga Gampong Pondok Pabrek, Edy Syahputra (23), warga Paya Bujok Seuleumak,Suhelmi (24), dan Bambang Mardiansyah (24), keduanya warga Gampong Paya Bujok Seuleumak, Suaradi (35), warga Gampong Pondok Pabrek, Edy Yunus (50), w...