Tuesday, 2 September 2014

Ex libya :Mengganggu Pemerintah Aceh sama dengan mengganggu kami

PERNYATAAN Koordinator Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh (BPPA), Hendra Budian yang menuntut Zaini Abdullah mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh ditanggapi oleh Ketua Mualem Alumni Kamp Tanzura Tripoli, Libya, Syarifuddin Hasyem (Din Kapla).
Atas nama Ketua Mualem alumni Libya menanggapi BPPA dengan menyampaikan empat poin pernyataan. Pertama, pemimpin Pemerintahan Aceh adalah pemimpin yang diusung oleh Partai Aceh dan beberapa partai pendukung lainnya. “Kami akan mengawal penuh pemerintahan ini supaya berjalan berdasarkan aturan (the rule of game) menjalankan visi misi yang telah dimusyawarahkan secara bersama-sama untuk masa depan Aceh yang gemilang dan bermartabat,” tulis pernyataan itu.
Pada poin dua meminta Hendra Budian jangan memainkan politik devide et impera dengan mengajukan tuntutan Gubernur Aceh mundur, sedangkan Wagub tidak. Ini tentu manuver untuk memecah belah soliditas dan kekompakan antara Gubernur dengan Wagub dalam menjalankan organisasi pemerintahan.
Poin tiga, Hendra Budian juga diingatkan jangan mencoba-coba untuk memperkeruh suasana dengan statemen yang provokatif dan agitatif. “Kami tegaskan kami akan mengawal pemerintahan hingga 2017 dan turun dengan happy ending story,” tendas alumni Libya tersebut.
Pada poin terakhir diingatkan kepada BPPA agar jangan membawa alur politik yang tidak sehat untuk mengganggu Pemerintah Aceh. “ Pemerintah Aceh sama dengan mengganggu kami. Mengganggu kami, berarti Anda membangunkan singa yang sedang tidur. Ingat, kami telah berjuang 30 tahun lebih, masuk dan ke luar dari hutan demi kesejateraan bangsa Aceh, bukan untuk kepentingan kelompok kami,” demikian pernyataan alumni Libya.

Follow by Email